Array Formula (Excel 2007)

Array Formula merupakan fasilitas dari Excel yang memungkinkan kita untuk mengisi satu rumus langsung ke dalam satu atau lebih range, dimana Excel akan menjaga rumus tersebut supaya selalu sama. Array Formula memungkinkan kita untuk melakukan beberapa perhitungan dan mengembalikan satu atau beberapa hasil. Kita bisa membuat array formula dengan mengisikan formula biasa, namun kita harus menekan Ctrl+Shift+Enter terlebih dahulu setelah selesai memasukkan formula. Terkadang Excel harus melakukan beberapa perhitungan untuk menghasilkan satu nilai. Sebagai contoh, worksheet dibawah ini menunjukkan suatu perusahaan motor yang memiliki kantor pemasaran di kota Samarinda dan Balikpapan, dimana masing-masing kantor memiliki tiga jenis merk motor yang dijual. Untuk mencari rata-rata penjualan kantor Samarinda pada tahun 2006, kita membutuhkan sebuah array formula.

Cell C16 berisi array formula =AVERAGE(IF(C5:C14)=”Samarinda”,D5:D14)) yang akan mencari seluruh cell pada range C5:C14 yang berisi teks “Samarinda” dan menghitung rata-rata pada D5:D14.

Beberapa keuntungan dari array formula adalah sebagai berikut:

  • Menggunakan memori yang lebih sedikit
  • Pekerjaan kita menjadi lebih efisien
  • Dapat menghilangkan kebutuhan akan formula perantara (intermediate formulas)

Sedangkan kerugian dari array formula adalah sebagai berikut:

  • Dapat memperlambat kinerja kalkulasi worksheet kita
  • Worksheet akan sulit dimengerti oleh orang lain
  • Harus selalu menekan Ctrl+Shift+Enter setelah selesai mengisi formula

Jika metode perhitungan standar tidak bisa diterapkan dalam suatu kasus tertentu, maka kita dapat menggunakan metode Array Formula dan jangan lupa untuk menekan Ctrl+Shift+Enter setelah selesai memasukkan formulanya. Berikut akan diberikan contoh-contoh penggunaan array formula pada kasus-kasus yang unik.

Untuk menghitung jumlah cell yang berisi bilangan (tidak akan menghitung teks dan cell kosong), gunakan formula berikut:

=SUM(IF(ISNUMBER(A2:A10),1,0))

Untuk menghitung jumlah cell yang memiliki error value, gunakan formula berikut:

=SUM(IF(ISERR(A2:A10),1,0))

Contoh lain jika kita memiliki tabel sebagai berikut:

Maka kita bisa membuat formula-formula berikut:

Semoga tulisan ini bermanfaat. Untuk mendownload file contoh dalam excel dan artikel dalam word silakan klik disini

2 Komentar

  1. Richa said,

    Mei 4, 2009 pada 8:45 am

    Menuru saya artikel yang anda tulis sangat bermanfaat bag pngguna excel

  2. abay said,

    September 30, 2009 pada 9:30 am

    wah keren bung. tampilannya rapi. isinya bermanfaat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: